anemia adalah

Anemia? Konsumsi Makanan-Makanan Penambah Darah Berikut Ini

Anemia merupakan keadaan dimana tubuh seseorang kekurangan zat besi yang dipasok ke dalam tubuh oleh darah. Atau lebih sering disebut sebagai kekurangan darah.

Penderita anemia akan cenderung merasa selalu lelah dan lesu. Karena secara tidak langsung zat besi sebagai pemasok tenaga berkurang jumlahnya. Penderita juga akan sering merasa mengantuk dari biasanya. Namun tenang, ada beberapa makanan penambah darah yang direkomendasikan untuk kalian penderita anemia.

Terdapat beberapa zat besi penambah darah dari makanan-makanan yang kalian konsumsi diantaranya adalah heme dan non heme. Sumber heme berasal dari makanan hewani seperti daging merah, dan ikan. Non heme sendiri adalah berasal dari zat nabati seperti sayur-sayuran, kacang, dan kismis.

Untuk lebih jelasnya akan kita bahas tentang dua sumber penambah darah tersebut. Hampir semua dari bahan tersebut ada di sekitar kita dan mudah didapat. Hanya saja mungkin kita belum mengetahui apa saja sumber makanan tersebut.

Sumber makanan pertama yang akan kita bahas adalah heme. Sumber makanan yang hampir kebanyakan dari protei hewani ini sangat dianjurkan untuk dikonsumsi penderita anemia. Karena zat besi heme lebih mudah diserap tubuh dari pada yang non heme. Apalagi jika di makan bersamaan sumber vitamin C.

Beberapa sumber zat besi heme diataranya adalah daging merah. Bisa berasal dari daging kambing maupun sapi. Di setiap 100 gram dagingerah terdapat 2.7 mg zat besi. Atau setara dengan 15% asupan zat besi harian yang dianjurkan.

Selain dagung merah ada juga jeroan. Jeroan adalah semua organ dalam dari hewan. Baik hati, otak, ginjal, dan jantung. Seratus gram hati sapi setara dengan 6.5 mg zat besi atau setara denga 36 % konsumsi harian zat besi.

Selanjutnya ada seafood. Kabar gembira bagi kalian penyuka seafood karena makanan ini termasuk salah satu pemasok terbesar dari zat besi ke dalam tubuh. Terutama pada makanan tiram. Bahkan di tiap 100 gram tiram terdapat 28 mg zat besi atau setara 155 % konsumsi zat besi harian. Namun ada juga beberapa kerang dengan kandungan zat besi rendah.

Jika diatas sudah kita bahas tentang sumber zat besi heme, kali ini kita akan membahas sumber zat besi non heme alias berasal dari zat nabati (tumbuhan). Dikarenakan penyerapan zat besi non heme lebih sulit dilakukan oleh tubuh, maka dianjurkan untuk dimasak terlebih dahulu agar memudahkan penyerapan.

Zat non heme yang pertama ada dari bangsa sayuran. Apalagi jika bukan sayur bayam. Sudah bukan rahasia lagi bahwa bayam merupakan sumber zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain bayam ada juga brokoli. Namun, usahakan untuk memasaknya terlebih dahulu, ya kawan-kawan.

Selanjutnya ada dari bangsa kacang-kacangan. Beberapa kacang tersebut adalah kacang polong, kacang kedelai, kacang hitam, kacang arab, biji wijen, biji labu. Untuk mengkonsumsi kacang-kacangan ini bisa dimasak untuk kemudian dimakan begitu saja atau dicampur di dalam sayuran dan olahan makanan lain.

Kebutuhan zat besi di masing-masing usia berbeda-beda. Misal oada bayi cukup dengan diberikan ASI ekaklusif dan kebutuhan zat besinya sudah terpenuhi. Pada balita hingga remaja, bisa dengan tambahan sayur dan makanan penambah zat besi seperti diatas.

Nah, khusus untuk orang dewasa atau penderita anemia, selain mengkonsumsi makanan penambah darah, juga dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen penambah darah agar hasil maksimal serta untuk Tips Merawat Kulit Sehat anda di jabarkan di situs salfok.com. Berkonsultasilah dengan dokter agar kalian tahu seberapa besar zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh.